Dari sumber MikroTik Wiki (2023), langkah pertama dalam mengkonfigurasi DHCP server di MikroTik adalah menetapkan alamat IP pada interface yang akan menjalankan layanan DHCP:
Dari sumber MikroTik Documentation (2024), setelah itu perlu dibuat pool alamat IP yang akan disewakan kepada klien:
Selanjutnya, buat server DHCP dan kaitkan dengan pool yang telah dibuat:
Dari sumber Know Al (2024), perlu juga mengkonfigurasi jaringan DHCP untuk menentukan parameter seperti gateway dan DNS:
Dari sumber MikroTik Documentation (2024), untuk melihat status server DHCP, gunakan perintah:
Untuk menambahkan sewa statis (static lease) agar klien tertentu selalu mendapatkan alamat IP yang sama:
Dari sumber MikroTik Documentation (2024), selalu periksa kembali konfigurasi DHCP server untuk memastikan tidak terjadi konflik alamat IP dalam jaringan.
Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa konfigurasi DHCP Server di MikroTik membutuhkan serangkaian perintah CLI terstruktur, mulai dari penambahan alamat IP pada interface, pembuatan pool alamat, pembuatan server DHCP, hingga konfigurasi parameter jaringan seperti gateway dan DNS, yang semuanya dapat dilakukan dengan mudah melalui perintah-perintah terminal.
Dari sumber MikroTik Wiki (2023), untuk mengkonfigurasi DHCP client pada interface tertentu di MikroTik, gunakan perintah:
Dari sumber MikroTik Documentation (2024), untuk melihat status DHCP client:
Untuk melihat informasi detail tentang DHCP client:
Dari sumber MKController (2025), DHCP client dapat dikonfigurasi dengan berbagai opsi tambahan:
Untuk menambahkan skrip yang akan dijalankan ketika status klien DHCP berubah:
Dari sumber MikroTik Documentation (2024), fitur peringatan DHCP sebaiknya tidak diaktifkan pada perangkat yang dikonfigurasi sebagai DHCP client karena dapat mengganggu operasi client.
Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa konfigurasi DHCP client di MikroTik dilakukan dengan perintah /ip dhcp-client add, dengan opsi untuk menggunakan DNS dan gateway dari server DHCP, serta kemampuan untuk menjalankan skrip saat status klien berubah, yang dapat dipantau melalui perintah print untuk melihat status dan detail klien DHCP.