MIKROTIK ROUTEROS

Konfigurasi DHCP Server dan DHCP Client
Teknik penugasan alamat IP otomatis pada jaringan MikroTik
Informasi Penulis
Penulis: Jovian Ekasakta
Guru: Arief Wahyudin
Kelas: XI TJKT 03
Sekolah: Dwija Bhakti 01 Jombang
🚀 Lihat Portfolio Saya

1. KONFIGURASI DHCP SERVER DI MIKROTIK

Full Permission MikroTik
KONFIGURASI DHCP server DI MIKROTIK

Dari sumber MikroTik Wiki (2023), langkah pertama dalam mengkonfigurasi DHCP server di MikroTik adalah menetapkan alamat IP pada interface yang akan menjalankan layanan DHCP:

/ip address add address=192.168.0.1/24 interface=ether1

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), setelah itu perlu dibuat pool alamat IP yang akan disewakan kepada klien:

/ip pool add name=dhcp_pool1 ranges=192.168.0.2-192.168.0.254

Selanjutnya, buat server DHCP dan kaitkan dengan pool yang telah dibuat:

/ip dhcp-server add name=dhcp1 interface=ether1 address-pool=dhcp_pool1 disabled=no

Dari sumber Know Al (2024), perlu juga mengkonfigurasi jaringan DHCP untuk menentukan parameter seperti gateway dan DNS:

/ip dhcp-server network add address=192.168.0.0/24 gateway=192.168.0.1 dns-server=192.168.0.1

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), untuk melihat status server DHCP, gunakan perintah:

/ip dhcp-server print

Untuk menambahkan sewa statis (static lease) agar klien tertentu selalu mendapatkan alamat IP yang sama:

/ip dhcp-server lease add address=192.168.0.10 mac-address=00:11:22:33:44:55 client-id="client1"

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), selalu periksa kembali konfigurasi DHCP server untuk memastikan tidak terjadi konflik alamat IP dalam jaringan.

Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa konfigurasi DHCP Server di MikroTik membutuhkan serangkaian perintah CLI terstruktur, mulai dari penambahan alamat IP pada interface, pembuatan pool alamat, pembuatan server DHCP, hingga konfigurasi parameter jaringan seperti gateway dan DNS, yang semuanya dapat dilakukan dengan mudah melalui perintah-perintah terminal.

2. KONFIGURASI DHCP CLIENT DI MIKROTIK

Full Permission MikroTik
KONFIGURASI DHCP CLIENT DI MIKROTIK

Dari sumber MikroTik Wiki (2023), untuk mengkonfigurasi DHCP client pada interface tertentu di MikroTik, gunakan perintah:

/ip dhcp-client add interface=ether1 disabled=no

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), untuk melihat status DHCP client:

/ip dhcp-client print
Flags: X - disabled, I - invalid
0 interface=ether1 add-default-route=yes use-peer-dns=yes status=bound

Untuk melihat informasi detail tentang DHCP client:

/ip dhcp-client print detail
Flags: X - disabled, I - invalid
0 interface=ether1 add-default-route=yes use-peer-dns=yes use-peer-ntp=yes
status=bound address=192.168.0.65/24 gateway=192.168.0.1
dhcp-server=192.168.0.1 primary-dns=192.168.0.1 primary-ntp=192.168.0.1
expires-after=9m44s

Dari sumber MKController (2025), DHCP client dapat dikonfigurasi dengan berbagai opsi tambahan:

/ip dhcp-client add interface=ether1 add-default-route=yes use-peer-dns=yes

Untuk menambahkan skrip yang akan dijalankan ketika status klien DHCP berubah:

/ip dhcp-client set [find interface=ether1] script="{ :log info \"DHCP status changed\" }"

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), fitur peringatan DHCP sebaiknya tidak diaktifkan pada perangkat yang dikonfigurasi sebagai DHCP client karena dapat mengganggu operasi client.

Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa konfigurasi DHCP client di MikroTik dilakukan dengan perintah /ip dhcp-client add, dengan opsi untuk menggunakan DNS dan gateway dari server DHCP, serta kemampuan untuk menjalankan skrip saat status klien berubah, yang dapat dipantau melalui perintah print untuk melihat status dan detail klien DHCP.

DAFTAR PUSTAKA